Tuesday, 8 February 2011

KEINDAHAN

Bukan sebuah syair
juga puisi
Hanya ingim melukis kata-kata
Yang terbentang luas di hamparan
alam fikiran
Mengandung berjuta tanya
juga makna
Perlu ditelusuri jauh lebih dalam
hingga ke tempat terdalam di hatiku
Yang mungkin tak kan bisa kau tembus
Tapi akan kau rasakan getarnya
yang melantunkan senandung kerinduan

Bukanlah sesuatu yang indah
tapi tentang keindahan
Rasakan semilir angin
gemercik air mengalir
wangi semerbak mawar putih
petikan lembut serangkai nada
goresan tinta pelangi
tarian indah sang merpati
dan...
keindahan yang abadi
SENYUM MU

Friday, 4 February 2011

Dalam Renung


Dalam sebuah renungan..
Aku tahu, Tuhan selalu bersamaku.
Tapi kenapa hingga kini aku masih merasa asing?

Dalam setiap nafasku..
Aku tahu, bahwa aku tak kuasa melawan kekuatan itu.
Tapi kenapa aku harus menantangnya?

Di dalam sunyi..
Aku tahu, Tuhan mendengar doaku.
Tapi kenapa hariku perih, sakit..padahal ku tak terluka?

Dalam tanyaku..
Aku mengerti, bahwa Tuhan telah memberikan bukti atas doaku.
Tapi kenapa aku masih bimbang?
Kenapa?

Dalam sujudku..
Aku tahu, betapa kecilnya diri ini untuk merasa besar.
Tapi kenapa jiwa ini begitu sulit memahami?

Dalam detak waktu..
Aku tahu, Tuhan telah membebaskanku untuk menggapai
kasih sayangnya.
Tapi kenapa diri ini merasa begitu jauh?
Harus bagaimana?

Dalam sadarku..
Aku menyadari betapa lemahnya diri ini untuk dapat bangkit dari keletihan ini.
Betapa jauhnya jiwa ini menuju kesempurnaan..
Tapi kenapa semuanya tidak mudah?
Diri ini tak ingin di kekang, pahamilah..


03 Februari 2011
By tintaku

Sketsa

Terukir sketsa biru muda dalam sebuah fenomena pergerakan. Corak putih yang menggores samar-samar.likuk-likuk hijau ikut mengisi lukisan sebuah mimpi. Mengiringi balok coklat, lingkaran hitam, dan cahaya violet.semua berpadu dalam satu indra, yang dapat dirasa dengan hati dan menembus jiwa dalam sebuah hembusan sejuk.
Terhenti sejenak. Kubiarkan coretan ini diam. Dalam sebuah ingatan panggilan ini begitu menyapa. Ku duduk dalam kenyamanan, seolah ku telah terlepas dan bebas. Hanya ada aku dan waktu. Menuntut untuk tetap bertahan dalam jernihnya kedamaian. Ku mendengar pintanya, sebuah doa untuk semuanya..mereka..
Penyesalan itu tidak pernah ada. Karena pilihan adalah sebuah keputusan akan kemana tujuan ini. Walaupun hanya sedikit tapi begitu berarti di dalam perjalanan panjang dan alam semesta yang begitu luas. Langit dan bumipun bisa selalau bersama. Tidak ada yang mampu mengatakan TIDAK.
Dia pun bisa menangkap sebuah imajinasi yang akhirnya dia gapai dalam bentuk ril. Hanya dia yang tahu. Jujur, aku tidak tahu. Aku ingin bertanya padanya, tapi aku tahu aku tidak akan melakukannya. Karena aku tahu, dia hanya diam menjadi saksi bisu di tengah kerusakan ini. Aku bisa merasakannya karena aku begitu mudah untuk masuk ke dalam nyawanya. Dalam sebuah memori. Ku telah mampu membaca fatamorgama. Sedankan dia tidak. Dia tidak sama denganku, mungkin. Karena dia tidak bisa merasakannya. Hanya bisa menduga, yang kebenarannya nihil. Insting yang konyol.
Ini hanyalah sebuah tulisan yang mengambang. Gabungan dari dia, aku, mereka dan dulu, sekarang, mungkin juga esok. Hanya gumam selintas, maknanya dalam. Membutuhkan seluruh jagad raya hingga kau bisa menafsirkannya.

Bengkulu, 11 01 2011
By tintaku

Threshold without Sill


I just write..
about something explains of my mind
Like stay on the top of world
Can see everything that I see in my dream,
every night
It’s  not about someone, flowers, animals,
picture, or nature
Just adjure you to feel the splendoure
Compulsion you to see the shadow of sun
at the shore
Bewilder you, now...
With my sculpture

Look my eyes!
And you can read my feeling
I can’t conjugate the nice sound
but nice sight..
Like a white flower
with the small birds fly around it
Like a butterfly is humming under the sky
And the day gets rain

My beautiful time...
Like the world blooms
With some lights fly as firefly
Say a word and you can read the miracle
It makes you whistle nicely
So, you can describe your smile into your cry..

That all have no the meaning can makes you ask to me
You have to estimate what I say
It’s time for you
begin to understanding..


01 Januari 2011
By tintaku

Kisah Air

Ini adalah kisahku sang segemercik air mengalir mengikuti arus yang entah sejauh mana perjalananku. Jernih, bening, bersih, segar, dan indah. Suci. Itulah kodratku sejak aku masih di pangkuan surga-Nya, hingga kini ketika aku berpijak di dunia ini. Aku ikhlas dengan kodratku. Pemberian dari Tuhanku sang Maha raja di seluruh alam semesta.
Sudah takdirku aku berjalan terus menerus tiada henti.apapun yang terjadi aku tidak dapat memberontak dan kembali ke tempatku yang semula. Itulah yang harus aku hadapi. Perjalanan panjang dan melelahkan, melewati beragam tempat berbeda di bumi Allah swt ini. Kadang aku melihat rusaknya hutan, mirisnya kota, dan sunyinya desa. Aku bisa melihat hiruk pikuk kehidupan umat manusia. Kadang aku merasakan panasnya sengatan matahari, dan dinginnya malam menusuk tulangku. Aku tak bisa mengendalikan tubuhku terombang ambing, terhempas, dan terbuang.
Aku pernah melewati tebing tinggi, di sana manusia menyebutku air terjun. Kata mereka aku indah. Sangat indah. Tapi aku tak tahu bagaimana rupaku. Ketika aku berada di sungai yang indah dengan pepohonan hutan yang sejuk, kadang aku berpikir “seindah itukah aku?”. Ketika aku di sebuah sungai kumuh denganbegitu banyak ejekan manusia, aku pun berpikir “seburuk itukah aku?”. Aku begitu bingung dan sedih, aku tak tahu harus bertanya kepada siapa. Manusia? Binatang? Pohon? Tanah? Mereka tidak pernah mendengar tangisku! Tangisku tak bisa ku tahan selama perjalanan panjangku. Aku terus menangis. Siapakah temanku?adakah yang ingin menjadi temanku? Aku mohon, dengarkanlah aku. Aku hanya ingin didengar.
Hidup bagaikan air yang mengalir.
Manusia. Mengapa kau menggunakan takdirku dalam hidupmu? Apa maksud dari ucapanmu? Kau mengejekku? Atau mengasihaniku? Atau bahagia atas takdirku ini?
Tuhanku, sang Pencipta yang abadi.aku sadari hanya Kau lah yang bisa mendengarku. Aku ada karena-Mu. Aku ada untuk mereka. Aku tak pernah mengharapkan balas budi dari mereka. Cukuplah diri-Mu yang menjadi cintaku, dan aku tidak pernah merasa kosong. Aku mencintaimu, Tuhanku.
By tintaku

Thursday, 3 February 2011

Untukmu Teman

Seperti paruh elang
menukik tajam ke hatimu
Memberikan sebuah penghayatan ke dalam perasaanmu
menitip sebuah rindu padamu
teman..

Seperti mata elang
menatap tajam ke matamu
Mengisahkan sebuah cerita
mengenang kebersamaan dalam alur kita
teman..

Seperti suara elang
menusuk tajam ke telingamu
Menegaskan indahnya lagumu
menyampaikan salam sayangku padamu
teman..



31 Januari 2011
By tintaku