Wahai sayang..
Semerbak wangi syahdu malam ini tak biasa.
Di tengah gema zikir dan doa,
perasaan dari ilahi yang kurasaan tak dapat ditutupi dengan kebohngan yang cantik.
Perasaan ini, milikku dan milikmu mengalir bersama.
Seiring matahari, bulan, dan bintang yang terus beredar di tatanan semesta..
Wahai sayang..
Tersimpan rahasiaku dalam rasa ini.
Berupa ukiran pengharapan seperti sebuah impian,
yang masih tersembunyi dari kilauan sesaat.
Dan rahasiamu belum terjamah olehku dalam sebagian waktu.
Wahai sayang..
Terbesit rasa takutku dalam merajut kisah baru ini.
Sayang..
Temani aku, jangan buat aku merasa sendiri.
Tapi sayang..
Terlukis bahagiaku di sini.
Saat ku mencoba menjadi bagianmu,
dan kamu menjadi bagianku.
Sayang..
Inilah cerita sekarang..
Mulai menata perjalanan ini, berawal di bulan suci..
The Simple First
Ini adalah sebuah karya besar bagiku. Tercipta dari dalam hati, jiwa & fikiranku. Karya ini sangat sederhana.
Sunday, 28 October 2012
Monday, 31 October 2011
KUMPULAN TUGAS PENGANTAR PENDIDIKAN SEMESTER I
Tugas 5. Membuat soal dan jawaban.
Bagian
A.
1.
Jelaskanlah
fungsi dari lingkungan pendidikan!
Jawaban: Lingkungan pendidikan berfungsi untuk membantu
peserta didik dalam berinteraksi dengan berbagai di lingkungan sekitarnya
(fisik, sosial, budaya), utamanya berbagai sumber daya yang tersedia, agar
dapat dicapai tujuan pendidikan yang optimal. Lingkungan pendidikan juga
merupakan faktor penting dalam mencapai tujuan pendidikan yakni membangun
manusia seutuhnya serta menyiapkan sumber daya menusia pembangunan yang
bermutu.
2.
Jelaskan
bagaimana caranya agar seorang individu dapat menentukan perannya di dalam
masyarakat!
Jawaban: seorang individu dapat menentukan perannya di
dalam masyarakat melalui pendidikan formal. Pendidikan formal berfungsi untuk
mengajarkan pengetahuan yang bersifat khusus dalam rangka mempersiapkan anak
untuk pekerjaan-pekerjaan tertentu.
Bagian B1.
1.
Sebutkan faktor-faktor
yang mempengaruhi tumbuh kembang anak!
Jawaban: tumbuh kembang anak dapat dipengaruhi oleh factor
social serta, serta factor keluarga seperti kebudayaan, tingkat kemakmuran,
keadaan perumahannya dan seluruh situasi dan kondisi keluarga.
2.
Mengapa
pendidikan keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang utama?
Jawaban: karena pada mulanya, keluargalah yang berperan
baik pada aspek pembudayaan, maupun penguasaan pengetahuan dan keterampilan.
Keluarga tetap merupakan lembaga yang penting dalam proses sosialisasi anak
karena keluargalah yang memberikan tuntunan dan contoh-contoh semenjak masa
anak-anak sampai dewasa dan berdiri sendiri.
3.
Bagaimana
seharusnya peran keluarga dalam pencapaian tujuan pendidikan?
Jawaban: Keluarga harus bekerja sama dan mendukung kegiatan pusat
pendidikan lainnya (sekolah dan masyarakat) serta ikut bertanggung jawab
terhadap proses pendidikan. Keluarga juga harus memberikan pendidikan agama,
nilai budaya, nilai moral dan keterampilan.
Bagian B2.
1.
Mengapa sekolah
berperan penting sebagai lingkungan pendidikan?
Jawaban: Karena semakin cepatnya kemajuan zaman pada saat
ini, keluarga tidak mungkin lagi memenuhi segala kebutuhan dan aspirasi
generasi muda terhadap iptek. Sehingga sekolah menjadi pusat pendidikan untuk
menyiapkan manusia Indonesia sebagai individu, warga masyarakat, warga negara,
warga dunia di masa depan.
2.
Bagaimanakah
kemampuan yang harus dimiliki pendidik agar proses mengajar dapat terlaksana
dengan efektif dan efisien?
Jawaban: pendidik harus mempunyai wawasan kependidikan yang
mantap serta menguasai berbagai strategi belajar mengajar. Penguasaan berbagai
strategi belajar mengajar akan meberi peluang untuk memilih variasi kegiatan
belajar mengajar yang bermakna, sedangkan kemantapan wawasan pendidikan akan
member landasan yang tepat dan kuat di dalam pemilihan tersebut.
3.
Sebutkanlah alternatif-alternatif
yang dapat dilakukan untuk meningkatkan fungsi sekolah sebagai salah satu pusat
pendidikan!
Jawaban:
a.
Pengajaran yang
mendidik.
b.
Peningkatan dan
pemantapan pelaksanaan program bimbingan dan penyuluhan (BP) di sekolah.
c.
Pengembangan perpustakaan
sekolah menjadi suatu pusat sumber belajar (PSB).
d.
Peningkatan dan
pemantapan program pengelolaan sekolah.
Bagian B3.
1.
Sebutkan tiga
aspek, kaitan antara masyarakat dan pendidikan!
Jawaban:
a.
Masyarakat
sebagai penyelenggara pendidikan, baik yang dilembagakan (jalur sekolah dan
jalur luar sekolah) maupun yang tidak dilembagakan (jalur luar sekolah).
b.
Lembaga-lembaga
kemasyarakatan dan atau kelompok social di masyarakat, baik langsung maupun tak
langsung, ikut mempunyai peran dan edukatif.
c.
Dalam masyarakat
tersedia berbagai sumber belajar, baik yang dirancang (by design) maupun yang
dimanfaatkan (utility).
2.
Sebutkan
fungsi-fungsi kelompok sebaya terhadap anggota-anggota di dalamnya!
Jawaban:
a.
Mengajarkan cara
berinteraksi dan menyesuaikan diri dengan orang lain.
b.
Memperkenalkan
kehidupan masyarakat yang lebih luas.
c.
Menguatkan
sebagian dari nilai-nilai yang berlaku dalam kehidupan masyarakat orang dewasa.
d.
Memberikan
kepada anggota-anggotanya cara-cara untuk membebaskan diri dari pengaruh
kekuasaan otoritas.
e.
Memberikan
pengalaman untuk mengadakan hubungan yang didasarkan pada prinsip persamaan
hak.
f.
Memperluas
cakrawala pengalaman anak, sehingga ia menjadi orang yang lebih kompleks.
3.
Bagaimana peran
serta pengaruh media massa pada saat ini?
Jawaban: Media massa menjadi suatu kekuatan pendorong yang
besar dalam kehidupan orang. Media massa mempunyai sumbangan yang besar dalam
mengintegrasikan kebudayaan serta mensosialisasikan generasi mudanya. Media
massa mempunyai arti penting dalam kehidupan anak. Anak-anak menggunakan waktu
yang lebih banyak untuk menonton televisi, mendengar radio, dan membaca majalh
jika dibandingkan dengan kegiatan-kegiatan lainnya.
KUMPULAN TUGAS PENGANTAR PENDIDIKAN SEMESTER I
Tugas 4
GURU SEBAGAI TENAGA PROFESIONAL
Professional berarti memiliki
keahlian dan keterampilan karena pendidikan dan pelatihan. Seorang professional
adalah orang yang menyadari betul kemana ia harus melangkah, senantiasa siap
siaga dengan gagasan bila diperlukan dan memiliki banyak gagasan lainnya yang
masih tersimpan dalam pikiran.
Bahasan kali ini akan menguraikan
tentang profesionalisme guru. Guru yang professional adalah guru yang memiliki
ilmu pengetahuan dan wawasan, sosok yang dapat member contoh teladan dan sosok
yang selalu berusaha untuk maju, terdepan dan mengembangkan diri untuk
mendapatkan inovasi yang bermanfaat sebagai bahan pengajaran kepada peserta
didik.
Masalah yang dihadapi pada saat ini
adalah pemegang status guru tersebut menjadikan eksistensi guru sebagai
profesi, banyak orang menjadi guru karena hanya menjadi alternative untuk
mendapatkan penghasilan. Mereka berpendapat bahwa sangat sulit untuk
mendapatkan pekerjaan dengan cepat pada saat ini, untuk itu mereka memilih
menjadi guru. Dengan demikian orang-orang tersebut tidak dapat dikatakan
sebagai guru yang professional. Keadaan ini sangat buruk terhadap kemajuan
bangsa di masa depan, karena guru tidak mampu membentuk karakter dan
mencerdaskan peserta didik. Keterbatasan wawasan dan ilmu pengetahuan
dikarenakan lebih mementingkan penghasilan, mengakibatkan peserta didik minim
pengetahuan. Apalagi kemajuan IPTEK pada saat ini berkembang dengan pesat, maka
sudah menjadi kewajiban guru untuk memperkenalkan, membimbing, dan mengarahkan
peserta didik terhadap teknologi yang semakin canggih. Guru tidak bisa
sepenuhnya memberikan materi tentang kemajuan IPTEK dikarenakan keterbatasan
kemampuan ,anusia dalam menerima berbagai informasi yang semakin maju. Oleh
karena itu setidaknya seorang guru setidaknya bisa mengarahkan peserta didiknya
agar tidak gaptek (gagap teknologi).
Guru harus bisa mempersiapkan
peserta didiknya agar memnjadi manusia yang cerdas dan berbudi luhur. Peserta
didik harus kritis dan cepat tanggap dalam membaca keadaan pada saat ini dan
berbagai kemungkinan yang akan terjadi di masa depan.
Karena guru dianggap sebagai sumber
ilmu pengetahuan maka alangkah baiknya jika seorang guru benar-benar lebih
pintar dari peserta didiknya. Hal itu bisa dicapai dengan cara melanjutkan
pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, mengikuti seminar-seminar pendidikan,
ataupun diskusi langsung dengan pakar pendidikan. Ini dimaksudkan agar guru
mempunyai strategi baru dalam mengajar dan lebih efektif ketika mentransfer
pengetahuan dan pelajaran kepada peserta didik, sehingga para peserta didik
mampu bersaing di era globalisasi pada masa yang akan datang.
Oleh karena itu, profesionalisme
seorang guru sangat penting demi terwujudnya tujuan pendidikan Indonesia yaitu
menjadikan manusia Pancasila yang cerdas.
KUMPULAN TUGAS PENGANTAR PENDIDIKAN SEMESTER I
Tugas 3
Pendidkan harus dirancang dan dilaksanakan
secermat mungkin dengan memperhatikan sejumlah landasan dan asa pendidikan agar
hasil akjir dari pendidkan tersebut berhasil secara maksimal.
Landasan-landasan itu adalah
landasan filosofis, landasan sosiologis, landasan cultural, landasan psikologis,
dan landasan ilmiah & teknologis.
Sedangkan asas-asas pendidikan itu
antara lain: asas tut wuri handayani, asas belajar sepanjang hayat, dan asas
kemandirian dalam belajar.
Di bawah ini merupakan bukti-bukti
tentang adanya landasan dan asas pendidikan berdasarkan pengalaman saya selama
bersekolah.
Ø 1). Landasan Filosofis
-
Pada setiap mata
pelajaran diselipkan pendidikan budi pekerti dan etika.
-
Guru mengajari
perilaku yang baik kepada siswanya.
2). Landasan
Sosiologis
-
Dibentuknya
kelompok diskusi dalam kehiatan belajar.
-
Adanya
organisasi OSIS di SMP dan SMA.
3). Landasan
Kultural
-
Adanya mata
pelajaran sejarah untuk mempelajari tentang kebudayaan.
-
Adanya sanggar
tari dan seni di sekolah.
4). Landasan
Psikologis
-
Mendapat
pengakuan “kamu hebat” dari guru, maka siwa akan selalu berperilaku yang baik
untuk tetap mempertahankan pengakuan tersebut.
-
Mendapat pujian
dari anggota sekolah karena berprestasi, maka siswa tersebut akan berusaha
mempertahankan dan meningkatkan kemampuannya.
5). Landasan
Ilmiah dan Teknologis
-
Para siswa
mendapat materi cara mengoperasikan computer dan internet.
-
Mulai dari SD
siswa telah mendapat keterampilan berhitung dan observasi.
Ø 1). Asas tut wuri handayani
-
Siswa dibebaskan
untuk mengeluarkan pendapat.
-
Siswa beabs
mengikuti kegiatan ekstrakulikuler.
2). Asas belajar
sepanjang hayat
-
Kurikulum
sekolah yang memberikan skill berbahasa inggris agar skill tersebut dapat
digunakan dalam hidupnya.
-
Adanya
organisasi di sekolah yang melatih siswa bersosialisasi dengan masyarakat.
3). Asas
kemandirian dalam belajar
-
Guru memberi
judul materi kepada siswa, dan sisiwa mencari bahannya sendiri di perpustakaan.
-
Guru member
tugas individu kepada siswa berupa PR.
KUMPULAN TUGAS PENGANTAR PENDIDIKAN SEMESTER I
Oleh Umu Arifatul Azizah
Tugas 2
a. Pada saat ini dunia pendidikan merupakan suatu
kebutuhan sekaligus permasalahan di Indonesia. Pendidikan sangat dibutuhkan
oleh masyarakat Indonesia agar melahirkan bangsa-bangsa yang cerdas sehingga
mampu menaikkan derajat bangsa di mata internasional. Telah banyak didirikan
sekolah-sekolah negeri maupun swasta, lembaga pendidikan tersebut dibangun
untuk memenuhi kebutuhan pendidikan di Indonesia. Namun usaha pemerintah dalam
pemerataan pendidikan belum sepenuhnya terwujud. Masih banyak daerah-daerah pelosok
maupun daerah tertinggal yang masyarakatnya belum bisa menyenyam pendidikan
yang layak. Hal ini dikarenakan sarana dan prasarana yang tidak memadai serta
lokasi yang sulit dijangkau.
Tujuan pendidikan memiliki dua fungsi, yaitu
memberikan arah kepada segenap kegiatan pendidikan dan merupakan sesuatu yang
ingin dicapai oleh segenap kegiatan pendidikan. Tujuan umum pendidikan nasional
pendidikan Indonesia adalah manusia Pancasiloa. Sebagai suatu komponen
pendidikan, tujuan pendidikan menduduki posisi penting di antara
komponen-komponen pendidikan lainnya. Dapat dikatakan bahwa segenap komponen
dari seluruh kegiatan pendidikan dilakukan semata-mata terarah kepada
pencapaian tujuan tersebut. Dengan demikian maka kegiatan-kegiatan yang tidak
relevan dengan tujuan tersebut dianggap menyimpang, sehingga harus dicegah
terjadinya. Di sini terlihat bahwa tujuan pendidikan itu bersifat memaksa tapi
tidak bertentangan dengan hakikat perkembangan peserta didik sehingga dapat
diterima oleh masyarakat sebagai nilai hidup yang baik.
Sehubungan dengan fungsi tujuan yang demikian
penting itu, maka terjadi keharusan bagi pendidikan khususnya oleh para
pendidik untuk memahaminya agar dapat menghindari kesalahan di dalam
melaksanakan pendidikan. Sehingga tujuan untuk menciptakan bangsa Indonesia
yang cerdas dan mempunyai derajat di mata internasional dapat terwujud.
b. Konsep Pendidikan Sepanjang Hayat (PSH) secara
otomatis telah dilaksanakan oleh setiap orang. Pendidikan ini termasuk
non-formal, bebas, tidak terikat, dan tidak tampak. Setiap orang belajar
sesuatu hal tentang apa saja. Konsep ini pada zaman Nabi Muhammad SAW telah
disiarkan dalam bentuk suatu imbauan, “Tuntutlah ilmu mulai sejak di buaian
hingga ke liang lahat.” Dalam kenyataan hidup sehari-hari setiap orang belajar
sepanjang hidup dengan cara yang berbeda dan proses yang tidak sama. Tidak ada
batas usia yang menunjukkan seseorang berhenti belajar. Pendidikan itu lekat
dengan diri manusia, karena itu manusia secara terus-menerus meningkatkan
kemandiriannya. Sebagai contoh, seseorang mengenyam pendidikan dar TK, SD, SMP,
SMA, dan PT. setelah itu ia akan terus melaksanakan proses belajar di dalam
rumah tangga maupun masyarakat. Ketika sudah tua pun masih mengikuti
pengajian-pengajian ataupun perkumpulan. Ini membuktikan bahwa PSH telah
melekat pada diri setiap orang.
c. Di dalam lingkungan pendidikan maupun lingkungan
masyarakat biasanya terdapat organisasi-organisasi yang yang beranggotakan para
emaja. Organisasi itu bisa yang berhubungan dengan bidang akademik, seni,
keagamaan maupun olahraga. Organisasi tersebut berstruktur dengan adanya ketua
dan anggota-anggota. Ketua yang juga pemimpin kelompok-kelompok tersebut
biasanya berperan aktif dalam penyampaian ide serta pelaksanaan kegiatan dalam
kelompoknya. Jika tujuan dari organisasi itu bersifat positif maka semua orang
yang tergabung dalam kelompok itu akan mempunyai nilai lebih yang lebih
berkualitas di dalam masyarakat. Mereka akan mendapat sarana untuk pengembangan
diri untuk memenuhi kebutuhan pendidikannya. Sehingga pemimpin kelompok remaja dapat
dikatakan sebagai pendidik karena telah menuntun para anggotanya dalam kegiatan
yang positif.
KUMPULAN TUGAS PENGANTAR PENDIDIKAN SEMESTER I
Oleh Umu Arifatul Azizah
Tugas 1.
Manusia diberi akal dan pikiran oleh
Tuhan yang digunakan untuk bergaul, belajar, dan mempertahankan diri dalam
kehidupan ini. Hal inilah yang membedakan manusia dengan hewan, dengan kata
lain manusia adalah makhluk yang sempurna dan istimewa. Kita bisa melihat
keistimewaan manusia itu dari dua sudut pandang yaitu dari bentuknya dan
jiwanya. Jika dilihat dari bentuknya, secara fisik tubuh manusia sangat
sempurna karena mempunyai alat indra yang lengkap. Mulai dari penglihatan,
pendengaran, penciuman, perasa, dan peraba. Manusia juga memiliki struktur
tubuh yang sempurna mulai dari kepala, badan, tangan dan kaki. Manusia pun berjalan
tegak ketika melakukan aktifitas-aktifitasnya. Betapa sempurnanya fisik manusia
yang diberikan oleh Tuhan sehingga manusia bisa berpikir dan beradaptasi dengan
lingkungan alam.
Jika dilihat dari jiwanya, manusia
mempunyai kepekaan hati untuk merasakan gejolak-gejolak emosi dalam dirinya.
Dengan kepekaan hati ini manusia bisa memahami kondisi lingkungannya. Dalam
perkembangannya, jiwa manusia dapat dilihat dari cara berpikir, bahasa, social,
emosi dan pengenalan terhadap niali, norma, dan moral.
Manusia pada hakikatnya adalah
makhluk individu. Individu yang kompleks dengan adanya bentuk tubuh ang
sempurna dan diimbangi dengan adanya pola piker yang tepat. Manusia juga
makhluk social karena manusia tidak dapat hidup sendiri tetapi manusia hidup
bersama manusia lain dan lingkungannya.
Manusia terlahir ke dunia telah
dikaruniai sebuah potensi, tetapi belum diwujudkan secara nyata. Dengan
demikian manusia membutuhkan pendidikan untuk mengasah akal dan kemampuan.
Jadi, sasaran pendidikan adalah manusia yang dalam prosesnya manusia akan
menemukan pengembangan tingkah laku/perilaku yang meliputi pengembangan
perilaku secara vertiKal dan horizontal.
Pengembangan perilaku secara
vertical berawal dari hubungan antara manusia dengan Tuhannya. Di awal telah
dijelaskan bahwa kesempurnaan fisik manusia dan kepekaan jiwanya adalah anugrah
dari Tuhan. Maka sudah sepantasnya manusia bersyukur kepada Tuhan karena telah
diberi kesempatan untuk merasakan kehidupan. Cara bersyukur manusia adalah
dengan cara mempercayai adanya Tuhan Yang Maha Pencipta yang direalisasikan
dengan beragama. Agama memuat tentang nilai, norma, dan petunjuk. Dengan
beragama maka manusia mempunyai pedoman hidup dan mengetahui apa yang pantas
dilakukan. Sebaliknya, jika manusia tidak pernah bersyukur dan tidak beragama,
maka manusia tidak akan tenang dalam hidupnya karena dia tidak pernah merasa
puas. Sehingga perbuatannya tidak terkontrol dan menyimpang dari norma-norma
yang berlaku. Dan pada akhirnya hubungan vertical manusia kepada Tuhannya
menjadi jauh.
Selanjutnya, pengembangan perilaku
secara horizontal adalah hubungan antara sesama manusia dan antara manusia
dengan lingkungan fisik. Sangat penting bagi manusia untuk menjaga hubungan
baik terhadap sesama manusia, karena manusia adalah makhluk social yang tidak
dapat hidup sendiri tanpa bantuan manusia lain. Jika manusia tidak menjaga
hubungan baik tersebut, maka manusia akan mengalami kesulitan hidup dan sangat
sulit untuk mengatasinya sendiri. Apabila hal ini terus berlanjut maka manusia
akan berada pada titik keputusasaan.
Begitu juga dengan lingkungan fisik,
manusia harus bisa memeliharanya tidak hanya mengambil keuntungannya saja. Jika
tidak bisa memelihara lingkungannya maka manusia bisa mendapat bahaya
dikarenakan telah rusaknya lingkungan. Misalnya, manusia membuat kerusakan
hutan dengan menebang pohon secara illegal dan sembarangan maka suatu saat jika
turun hujan akan terjadi banjir. Selain itu populasi hewan pun akan sedikit.
Bahkan hewan-hewan liar bisa menyerang manusia karena tempat tinggalnya telah
rusak. Hal ini sangat merugikan manusia.
Oleh karena itu, kita sebagai
manusia harus bisa menyeimbangkan perilaku secara vertikal kepada Tuhan dan
perilaku horizontal terhadap lingkungan fisik.
Tuesday, 8 February 2011
KEINDAHAN
Bukan sebuah syair
juga puisi
Hanya ingim melukis kata-kata
Yang terbentang luas di hamparan
alam fikiran
Mengandung berjuta tanya
juga makna
Perlu ditelusuri jauh lebih dalam
hingga ke tempat terdalam di hatiku
Yang mungkin tak kan bisa kau tembus
Tapi akan kau rasakan getarnya
yang melantunkan senandung kerinduan
Bukanlah sesuatu yang indah
tapi tentang keindahan
Rasakan semilir angin
gemercik air mengalir
wangi semerbak mawar putih
petikan lembut serangkai nada
goresan tinta pelangi
tarian indah sang merpati
dan...
keindahan yang abadi
SENYUM MU
Subscribe to:
Posts (Atom)