Sunday, 28 October 2012

By and For July 21, 2012

Wahai sayang..
Semerbak wangi syahdu malam ini tak biasa.
Di tengah gema zikir dan doa,
perasaan dari ilahi yang kurasaan tak dapat ditutupi dengan kebohngan yang cantik.
Perasaan ini, milikku dan milikmu mengalir bersama.
Seiring matahari, bulan, dan bintang yang terus beredar di tatanan semesta..

Wahai sayang..
Tersimpan rahasiaku dalam rasa ini.
Berupa ukiran pengharapan seperti sebuah impian,
yang masih tersembunyi dari kilauan sesaat.
Dan rahasiamu belum terjamah olehku dalam sebagian waktu.

Wahai sayang..
Terbesit rasa takutku dalam merajut kisah baru ini.
Sayang..
Temani aku, jangan buat aku merasa sendiri.
Tapi sayang..
Terlukis bahagiaku di sini.
Saat ku mencoba menjadi bagianmu,
dan kamu menjadi bagianku.

Sayang..
Inilah cerita sekarang..
Mulai menata perjalanan ini, berawal di bulan suci..

Monday, 31 October 2011

KUMPULAN TUGAS PENGANTAR PENDIDIKAN SEMESTER I


Tugas 5. Membuat soal dan jawaban.

Bagian A.
1.      Jelaskanlah fungsi dari lingkungan pendidikan!
Jawaban: Lingkungan pendidikan berfungsi untuk membantu peserta didik dalam berinteraksi dengan berbagai di lingkungan sekitarnya (fisik, sosial, budaya), utamanya berbagai sumber daya yang tersedia, agar dapat dicapai tujuan pendidikan yang optimal. Lingkungan pendidikan juga merupakan faktor penting dalam mencapai tujuan pendidikan yakni membangun manusia seutuhnya serta menyiapkan sumber daya menusia pembangunan yang bermutu.

2.      Jelaskan bagaimana caranya agar seorang individu dapat menentukan perannya di dalam masyarakat!
Jawaban: seorang individu dapat menentukan perannya di dalam masyarakat melalui pendidikan formal. Pendidikan formal berfungsi untuk mengajarkan pengetahuan yang bersifat khusus dalam rangka mempersiapkan anak untuk pekerjaan-pekerjaan tertentu.

Bagian B1.
1.      Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang anak!
Jawaban: tumbuh kembang anak dapat dipengaruhi oleh factor social serta, serta factor keluarga seperti kebudayaan, tingkat kemakmuran, keadaan perumahannya dan seluruh situasi dan kondisi keluarga.

2.      Mengapa pendidikan keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang utama?
Jawaban: karena pada mulanya, keluargalah yang berperan baik pada aspek pembudayaan, maupun penguasaan pengetahuan dan keterampilan. Keluarga tetap merupakan lembaga yang penting dalam proses sosialisasi anak karena keluargalah yang memberikan tuntunan dan contoh-contoh semenjak masa anak-anak sampai dewasa dan berdiri sendiri.



3.      Bagaimana seharusnya peran keluarga dalam pencapaian tujuan pendidikan?
Jawaban: Keluarga harus bekerja sama dan mendukung kegiatan pusat pendidikan lainnya (sekolah dan masyarakat) serta ikut bertanggung jawab terhadap proses pendidikan. Keluarga juga harus memberikan pendidikan agama, nilai budaya, nilai moral dan keterampilan.

Bagian B2.
1.      Mengapa sekolah berperan penting sebagai lingkungan pendidikan?
Jawaban: Karena semakin cepatnya kemajuan zaman pada saat ini, keluarga tidak mungkin lagi memenuhi segala kebutuhan dan aspirasi generasi muda terhadap iptek. Sehingga sekolah menjadi pusat pendidikan untuk menyiapkan manusia Indonesia sebagai individu, warga masyarakat, warga negara, warga dunia di masa depan.

2.      Bagaimanakah kemampuan yang harus dimiliki pendidik agar proses mengajar dapat terlaksana dengan efektif dan efisien?
Jawaban: pendidik harus mempunyai wawasan kependidikan yang mantap serta menguasai berbagai strategi belajar mengajar. Penguasaan berbagai strategi belajar mengajar akan meberi peluang untuk memilih variasi kegiatan belajar mengajar yang bermakna, sedangkan kemantapan wawasan pendidikan akan member landasan yang tepat dan kuat di dalam pemilihan tersebut.

3.      Sebutkanlah alternatif-alternatif yang dapat dilakukan untuk meningkatkan fungsi sekolah sebagai salah satu pusat pendidikan!
Jawaban:
a.       Pengajaran yang mendidik.
b.      Peningkatan dan pemantapan pelaksanaan program bimbingan dan penyuluhan (BP) di sekolah.
c.       Pengembangan perpustakaan sekolah menjadi suatu pusat sumber belajar (PSB).
d.      Peningkatan dan pemantapan program pengelolaan sekolah.

Bagian B3.
1.      Sebutkan tiga aspek, kaitan antara masyarakat dan pendidikan!
Jawaban:
a.       Masyarakat sebagai penyelenggara pendidikan, baik yang dilembagakan (jalur sekolah dan jalur luar sekolah) maupun yang tidak dilembagakan (jalur luar sekolah).
b.      Lembaga-lembaga kemasyarakatan dan atau kelompok social di masyarakat, baik langsung maupun tak langsung, ikut mempunyai peran dan edukatif.
c.       Dalam masyarakat tersedia berbagai sumber belajar, baik yang dirancang (by design) maupun yang dimanfaatkan (utility).

2.      Sebutkan fungsi-fungsi kelompok sebaya terhadap anggota-anggota di dalamnya!
Jawaban:
a.       Mengajarkan cara berinteraksi dan menyesuaikan diri dengan orang lain.
b.      Memperkenalkan kehidupan masyarakat yang lebih luas.
c.       Menguatkan sebagian dari nilai-nilai yang berlaku dalam kehidupan masyarakat orang dewasa.
d.      Memberikan kepada anggota-anggotanya cara-cara untuk membebaskan diri dari pengaruh kekuasaan otoritas.
e.       Memberikan pengalaman untuk mengadakan hubungan yang didasarkan pada prinsip persamaan hak.
f.       Memperluas cakrawala pengalaman anak, sehingga ia menjadi orang yang lebih kompleks.

3.      Bagaimana peran serta pengaruh media massa pada saat ini?
Jawaban: Media massa menjadi suatu kekuatan pendorong yang besar dalam kehidupan orang. Media massa mempunyai sumbangan yang besar dalam mengintegrasikan kebudayaan serta mensosialisasikan generasi mudanya. Media massa mempunyai arti penting dalam kehidupan anak. Anak-anak menggunakan waktu yang lebih banyak untuk menonton televisi, mendengar radio, dan membaca majalh jika dibandingkan dengan kegiatan-kegiatan lainnya.

KUMPULAN TUGAS PENGANTAR PENDIDIKAN SEMESTER I


Tugas  4
GURU SEBAGAI TENAGA PROFESIONAL

            Professional berarti memiliki keahlian dan keterampilan karena pendidikan dan pelatihan. Seorang professional adalah orang yang menyadari betul kemana ia harus melangkah, senantiasa siap siaga dengan gagasan bila diperlukan dan memiliki banyak gagasan lainnya yang masih tersimpan dalam pikiran.
            Bahasan kali ini akan menguraikan tentang profesionalisme guru. Guru yang professional adalah guru yang memiliki ilmu pengetahuan dan wawasan, sosok yang dapat member contoh teladan dan sosok yang selalu berusaha untuk maju, terdepan dan mengembangkan diri untuk mendapatkan inovasi yang bermanfaat sebagai bahan pengajaran kepada peserta didik.
            Masalah yang dihadapi pada saat ini adalah pemegang status guru tersebut menjadikan eksistensi guru sebagai profesi, banyak orang menjadi guru karena hanya menjadi alternative untuk mendapatkan penghasilan. Mereka berpendapat bahwa sangat sulit untuk mendapatkan pekerjaan dengan cepat pada saat ini, untuk itu mereka memilih menjadi guru. Dengan demikian orang-orang tersebut tidak dapat dikatakan sebagai guru yang professional. Keadaan ini sangat buruk terhadap kemajuan bangsa di masa depan, karena guru tidak mampu membentuk karakter dan mencerdaskan peserta didik. Keterbatasan wawasan dan ilmu pengetahuan dikarenakan lebih mementingkan penghasilan, mengakibatkan peserta didik minim pengetahuan. Apalagi kemajuan IPTEK pada saat ini berkembang dengan pesat, maka sudah menjadi kewajiban guru untuk memperkenalkan, membimbing, dan mengarahkan peserta didik terhadap teknologi yang semakin canggih. Guru tidak bisa sepenuhnya memberikan materi tentang kemajuan IPTEK dikarenakan keterbatasan kemampuan ,anusia dalam menerima berbagai informasi yang semakin maju. Oleh karena itu setidaknya seorang guru setidaknya bisa mengarahkan peserta didiknya agar tidak gaptek (gagap teknologi).
            Guru harus bisa mempersiapkan peserta didiknya agar memnjadi manusia yang cerdas dan berbudi luhur. Peserta didik harus kritis dan cepat tanggap dalam membaca keadaan pada saat ini dan berbagai kemungkinan yang akan terjadi di masa depan.
            Karena guru dianggap sebagai sumber ilmu pengetahuan maka alangkah baiknya jika seorang guru benar-benar lebih pintar dari peserta didiknya. Hal itu bisa dicapai dengan cara melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, mengikuti seminar-seminar pendidikan, ataupun diskusi langsung dengan pakar pendidikan. Ini dimaksudkan agar guru mempunyai strategi baru dalam mengajar dan lebih efektif ketika mentransfer pengetahuan dan pelajaran kepada peserta didik, sehingga para peserta didik mampu bersaing di era globalisasi pada masa yang akan datang.
            Oleh karena itu, profesionalisme seorang guru sangat penting demi terwujudnya tujuan pendidikan Indonesia yaitu menjadikan manusia Pancasila yang cerdas.

KUMPULAN TUGAS PENGANTAR PENDIDIKAN SEMESTER I


Tugas 3
            Pendidkan harus dirancang dan dilaksanakan secermat mungkin dengan memperhatikan sejumlah landasan dan asa pendidikan agar hasil akjir dari pendidkan tersebut berhasil secara maksimal.
            Landasan-landasan itu adalah landasan filosofis, landasan sosiologis, landasan cultural, landasan psikologis, dan landasan ilmiah & teknologis.
            Sedangkan asas-asas pendidikan itu antara lain: asas tut wuri handayani, asas belajar sepanjang hayat, dan asas kemandirian dalam belajar.
            Di bawah ini merupakan bukti-bukti tentang adanya landasan dan asas pendidikan berdasarkan pengalaman saya selama bersekolah.
Ø  1). Landasan Filosofis
-          Pada setiap mata pelajaran diselipkan pendidikan budi pekerti dan etika.
-          Guru mengajari perilaku yang baik kepada siswanya.
2). Landasan Sosiologis
-          Dibentuknya kelompok diskusi dalam kehiatan belajar.
-          Adanya organisasi OSIS di SMP dan SMA.
3). Landasan Kultural
-          Adanya mata pelajaran sejarah untuk mempelajari tentang kebudayaan.
-          Adanya sanggar tari dan seni di sekolah.
4). Landasan Psikologis
-          Mendapat pengakuan “kamu hebat” dari guru, maka siwa akan selalu berperilaku yang baik untuk tetap mempertahankan pengakuan tersebut.
-          Mendapat pujian dari anggota sekolah karena berprestasi, maka siswa tersebut akan berusaha mempertahankan dan meningkatkan kemampuannya.
5). Landasan Ilmiah dan Teknologis
-          Para siswa mendapat materi cara mengoperasikan computer dan internet.
-          Mulai dari SD siswa telah mendapat keterampilan berhitung dan observasi.
  
Ø  1). Asas tut wuri handayani
-          Siswa dibebaskan untuk mengeluarkan pendapat.
-          Siswa beabs mengikuti kegiatan ekstrakulikuler.
2). Asas belajar sepanjang hayat
-          Kurikulum sekolah yang memberikan skill berbahasa inggris agar skill tersebut dapat digunakan dalam hidupnya.
-          Adanya organisasi di sekolah yang melatih siswa bersosialisasi dengan masyarakat.
3). Asas kemandirian dalam belajar
-          Guru memberi judul materi kepada siswa, dan sisiwa mencari bahannya sendiri di perpustakaan.
-          Guru member tugas individu kepada siswa berupa PR.

KUMPULAN TUGAS PENGANTAR PENDIDIKAN SEMESTER I


Oleh Umu Arifatul Azizah

Tugas 2

a.      Pada saat ini dunia pendidikan merupakan suatu kebutuhan sekaligus permasalahan di Indonesia. Pendidikan sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia agar melahirkan bangsa-bangsa yang cerdas sehingga mampu menaikkan derajat bangsa di mata internasional. Telah banyak didirikan sekolah-sekolah negeri maupun swasta, lembaga pendidikan tersebut dibangun untuk memenuhi kebutuhan pendidikan di Indonesia. Namun usaha pemerintah dalam pemerataan pendidikan belum sepenuhnya terwujud. Masih banyak daerah-daerah pelosok maupun daerah tertinggal yang masyarakatnya belum bisa menyenyam pendidikan yang layak. Hal ini dikarenakan sarana dan prasarana yang tidak memadai serta lokasi yang sulit dijangkau.

    Tujuan pendidikan memiliki dua fungsi, yaitu memberikan arah kepada segenap kegiatan pendidikan dan merupakan sesuatu yang ingin dicapai oleh segenap kegiatan pendidikan. Tujuan umum pendidikan nasional pendidikan Indonesia adalah manusia Pancasiloa. Sebagai suatu komponen pendidikan, tujuan pendidikan menduduki posisi penting di antara komponen-komponen pendidikan lainnya. Dapat dikatakan bahwa segenap komponen dari seluruh kegiatan pendidikan dilakukan semata-mata terarah kepada pencapaian tujuan tersebut. Dengan demikian maka kegiatan-kegiatan yang tidak relevan dengan tujuan tersebut dianggap menyimpang, sehingga harus dicegah terjadinya. Di sini terlihat bahwa tujuan pendidikan itu bersifat memaksa tapi tidak bertentangan dengan hakikat perkembangan peserta didik sehingga dapat diterima oleh masyarakat sebagai nilai hidup yang baik.
   Sehubungan dengan fungsi tujuan yang demikian penting itu, maka terjadi keharusan bagi pendidikan khususnya oleh para pendidik untuk memahaminya agar dapat menghindari kesalahan di dalam melaksanakan pendidikan. Sehingga tujuan untuk menciptakan bangsa Indonesia yang cerdas dan mempunyai derajat di mata internasional dapat terwujud.

b.     Konsep Pendidikan Sepanjang Hayat (PSH) secara otomatis telah dilaksanakan oleh setiap orang. Pendidikan ini termasuk non-formal, bebas, tidak terikat, dan tidak tampak. Setiap orang belajar sesuatu hal tentang apa saja. Konsep ini pada zaman Nabi Muhammad SAW telah disiarkan dalam bentuk suatu imbauan, “Tuntutlah ilmu mulai sejak di buaian hingga ke liang lahat.” Dalam kenyataan hidup sehari-hari setiap orang belajar sepanjang hidup dengan cara yang berbeda dan proses yang tidak sama. Tidak ada batas usia yang menunjukkan seseorang berhenti belajar. Pendidikan itu lekat dengan diri manusia, karena itu manusia secara terus-menerus meningkatkan kemandiriannya. Sebagai contoh, seseorang mengenyam pendidikan dar TK, SD, SMP, SMA, dan PT. setelah itu ia akan terus melaksanakan proses belajar di dalam rumah tangga maupun masyarakat. Ketika sudah tua pun masih mengikuti pengajian-pengajian ataupun perkumpulan. Ini membuktikan bahwa PSH telah melekat pada diri setiap orang.

c.      Di dalam lingkungan pendidikan maupun lingkungan masyarakat biasanya terdapat organisasi-organisasi yang yang beranggotakan para emaja. Organisasi itu bisa yang berhubungan dengan bidang akademik, seni, keagamaan maupun olahraga. Organisasi tersebut berstruktur dengan adanya ketua dan anggota-anggota. Ketua yang juga pemimpin kelompok-kelompok tersebut biasanya berperan aktif dalam penyampaian ide serta pelaksanaan kegiatan dalam kelompoknya. Jika tujuan dari organisasi itu bersifat positif maka semua orang yang tergabung dalam kelompok itu akan mempunyai nilai lebih yang lebih berkualitas di dalam masyarakat. Mereka akan mendapat sarana untuk pengembangan diri untuk memenuhi kebutuhan pendidikannya. Sehingga pemimpin kelompok remaja dapat dikatakan sebagai pendidik karena telah menuntun para anggotanya dalam kegiatan yang positif.

KUMPULAN TUGAS PENGANTAR PENDIDIKAN SEMESTER I


Oleh Umu Arifatul Azizah

Tugas 1.
            Manusia diberi akal dan pikiran oleh Tuhan yang digunakan untuk bergaul, belajar, dan mempertahankan diri dalam kehidupan ini. Hal inilah yang membedakan manusia dengan hewan, dengan kata lain manusia adalah makhluk yang sempurna dan istimewa. Kita bisa melihat keistimewaan manusia itu dari dua sudut pandang yaitu dari bentuknya dan jiwanya. Jika dilihat dari bentuknya, secara fisik tubuh manusia sangat sempurna karena mempunyai alat indra yang lengkap. Mulai dari penglihatan, pendengaran, penciuman, perasa, dan peraba. Manusia juga memiliki struktur tubuh yang sempurna mulai dari kepala, badan, tangan dan kaki. Manusia pun berjalan tegak ketika melakukan aktifitas-aktifitasnya. Betapa sempurnanya fisik manusia yang diberikan oleh Tuhan sehingga manusia bisa berpikir dan beradaptasi dengan lingkungan alam.
            Jika dilihat dari jiwanya, manusia mempunyai kepekaan hati untuk merasakan gejolak-gejolak emosi dalam dirinya. Dengan kepekaan hati ini manusia bisa memahami kondisi lingkungannya. Dalam perkembangannya, jiwa manusia dapat dilihat dari cara berpikir, bahasa, social, emosi dan pengenalan terhadap niali, norma, dan moral.
            Manusia pada hakikatnya adalah makhluk individu. Individu yang kompleks dengan adanya bentuk tubuh ang sempurna dan diimbangi dengan adanya pola piker yang tepat. Manusia juga makhluk social karena manusia tidak dapat hidup sendiri tetapi manusia hidup bersama manusia lain dan lingkungannya.
            Manusia terlahir ke dunia telah dikaruniai sebuah potensi, tetapi belum diwujudkan secara nyata. Dengan demikian manusia membutuhkan pendidikan untuk mengasah akal dan kemampuan. Jadi, sasaran pendidikan adalah manusia yang dalam prosesnya manusia akan menemukan pengembangan tingkah laku/perilaku yang meliputi pengembangan perilaku secara vertiKal dan horizontal.
            Pengembangan perilaku secara vertical berawal dari hubungan antara manusia dengan Tuhannya. Di awal telah dijelaskan bahwa kesempurnaan fisik manusia dan kepekaan jiwanya adalah anugrah dari Tuhan. Maka sudah sepantasnya manusia bersyukur kepada Tuhan karena telah diberi kesempatan untuk merasakan kehidupan. Cara bersyukur manusia adalah dengan cara mempercayai adanya Tuhan Yang Maha Pencipta yang direalisasikan dengan beragama. Agama memuat tentang nilai, norma, dan petunjuk. Dengan beragama maka manusia mempunyai pedoman hidup dan mengetahui apa yang pantas dilakukan. Sebaliknya, jika manusia tidak pernah bersyukur dan tidak beragama, maka manusia tidak akan tenang dalam hidupnya karena dia tidak pernah merasa puas. Sehingga perbuatannya tidak terkontrol dan menyimpang dari norma-norma yang berlaku. Dan pada akhirnya hubungan vertical manusia kepada Tuhannya menjadi jauh.
            Selanjutnya, pengembangan perilaku secara horizontal adalah hubungan antara sesama manusia dan antara manusia dengan lingkungan fisik. Sangat penting bagi manusia untuk menjaga hubungan baik terhadap sesama manusia, karena manusia adalah makhluk social yang tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan manusia lain. Jika manusia tidak menjaga hubungan baik tersebut, maka manusia akan mengalami kesulitan hidup dan sangat sulit untuk mengatasinya sendiri. Apabila hal ini terus berlanjut maka manusia akan berada pada titik keputusasaan.
            Begitu juga dengan lingkungan fisik, manusia harus bisa memeliharanya tidak hanya mengambil keuntungannya saja. Jika tidak bisa memelihara lingkungannya maka manusia bisa mendapat bahaya dikarenakan telah rusaknya lingkungan. Misalnya, manusia membuat kerusakan hutan dengan menebang pohon secara illegal dan sembarangan maka suatu saat jika turun hujan akan terjadi banjir. Selain itu populasi hewan pun akan sedikit. Bahkan hewan-hewan liar bisa menyerang manusia karena tempat tinggalnya telah rusak. Hal ini sangat merugikan manusia.
            Oleh karena itu, kita sebagai manusia harus bisa menyeimbangkan perilaku secara vertikal kepada Tuhan dan perilaku horizontal terhadap lingkungan fisik.

Tuesday, 8 February 2011

KEINDAHAN

Bukan sebuah syair
juga puisi
Hanya ingim melukis kata-kata
Yang terbentang luas di hamparan
alam fikiran
Mengandung berjuta tanya
juga makna
Perlu ditelusuri jauh lebih dalam
hingga ke tempat terdalam di hatiku
Yang mungkin tak kan bisa kau tembus
Tapi akan kau rasakan getarnya
yang melantunkan senandung kerinduan

Bukanlah sesuatu yang indah
tapi tentang keindahan
Rasakan semilir angin
gemercik air mengalir
wangi semerbak mawar putih
petikan lembut serangkai nada
goresan tinta pelangi
tarian indah sang merpati
dan...
keindahan yang abadi
SENYUM MU