Oleh Umu Arifatul Azizah
Tugas 1.
Manusia diberi akal dan pikiran oleh
Tuhan yang digunakan untuk bergaul, belajar, dan mempertahankan diri dalam
kehidupan ini. Hal inilah yang membedakan manusia dengan hewan, dengan kata
lain manusia adalah makhluk yang sempurna dan istimewa. Kita bisa melihat
keistimewaan manusia itu dari dua sudut pandang yaitu dari bentuknya dan
jiwanya. Jika dilihat dari bentuknya, secara fisik tubuh manusia sangat
sempurna karena mempunyai alat indra yang lengkap. Mulai dari penglihatan,
pendengaran, penciuman, perasa, dan peraba. Manusia juga memiliki struktur
tubuh yang sempurna mulai dari kepala, badan, tangan dan kaki. Manusia pun berjalan
tegak ketika melakukan aktifitas-aktifitasnya. Betapa sempurnanya fisik manusia
yang diberikan oleh Tuhan sehingga manusia bisa berpikir dan beradaptasi dengan
lingkungan alam.
Jika dilihat dari jiwanya, manusia
mempunyai kepekaan hati untuk merasakan gejolak-gejolak emosi dalam dirinya.
Dengan kepekaan hati ini manusia bisa memahami kondisi lingkungannya. Dalam
perkembangannya, jiwa manusia dapat dilihat dari cara berpikir, bahasa, social,
emosi dan pengenalan terhadap niali, norma, dan moral.
Manusia pada hakikatnya adalah
makhluk individu. Individu yang kompleks dengan adanya bentuk tubuh ang
sempurna dan diimbangi dengan adanya pola piker yang tepat. Manusia juga
makhluk social karena manusia tidak dapat hidup sendiri tetapi manusia hidup
bersama manusia lain dan lingkungannya.
Manusia terlahir ke dunia telah
dikaruniai sebuah potensi, tetapi belum diwujudkan secara nyata. Dengan
demikian manusia membutuhkan pendidikan untuk mengasah akal dan kemampuan.
Jadi, sasaran pendidikan adalah manusia yang dalam prosesnya manusia akan
menemukan pengembangan tingkah laku/perilaku yang meliputi pengembangan
perilaku secara vertiKal dan horizontal.
Pengembangan perilaku secara
vertical berawal dari hubungan antara manusia dengan Tuhannya. Di awal telah
dijelaskan bahwa kesempurnaan fisik manusia dan kepekaan jiwanya adalah anugrah
dari Tuhan. Maka sudah sepantasnya manusia bersyukur kepada Tuhan karena telah
diberi kesempatan untuk merasakan kehidupan. Cara bersyukur manusia adalah
dengan cara mempercayai adanya Tuhan Yang Maha Pencipta yang direalisasikan
dengan beragama. Agama memuat tentang nilai, norma, dan petunjuk. Dengan
beragama maka manusia mempunyai pedoman hidup dan mengetahui apa yang pantas
dilakukan. Sebaliknya, jika manusia tidak pernah bersyukur dan tidak beragama,
maka manusia tidak akan tenang dalam hidupnya karena dia tidak pernah merasa
puas. Sehingga perbuatannya tidak terkontrol dan menyimpang dari norma-norma
yang berlaku. Dan pada akhirnya hubungan vertical manusia kepada Tuhannya
menjadi jauh.
Selanjutnya, pengembangan perilaku
secara horizontal adalah hubungan antara sesama manusia dan antara manusia
dengan lingkungan fisik. Sangat penting bagi manusia untuk menjaga hubungan
baik terhadap sesama manusia, karena manusia adalah makhluk social yang tidak
dapat hidup sendiri tanpa bantuan manusia lain. Jika manusia tidak menjaga
hubungan baik tersebut, maka manusia akan mengalami kesulitan hidup dan sangat
sulit untuk mengatasinya sendiri. Apabila hal ini terus berlanjut maka manusia
akan berada pada titik keputusasaan.
Begitu juga dengan lingkungan fisik,
manusia harus bisa memeliharanya tidak hanya mengambil keuntungannya saja. Jika
tidak bisa memelihara lingkungannya maka manusia bisa mendapat bahaya
dikarenakan telah rusaknya lingkungan. Misalnya, manusia membuat kerusakan
hutan dengan menebang pohon secara illegal dan sembarangan maka suatu saat jika
turun hujan akan terjadi banjir. Selain itu populasi hewan pun akan sedikit.
Bahkan hewan-hewan liar bisa menyerang manusia karena tempat tinggalnya telah
rusak. Hal ini sangat merugikan manusia.
Oleh karena itu, kita sebagai
manusia harus bisa menyeimbangkan perilaku secara vertikal kepada Tuhan dan
perilaku horizontal terhadap lingkungan fisik.
No comments:
Post a Comment