Oleh Umu Arifatul Azizah
Tugas 2
a. Pada saat ini dunia pendidikan merupakan suatu
kebutuhan sekaligus permasalahan di Indonesia. Pendidikan sangat dibutuhkan
oleh masyarakat Indonesia agar melahirkan bangsa-bangsa yang cerdas sehingga
mampu menaikkan derajat bangsa di mata internasional. Telah banyak didirikan
sekolah-sekolah negeri maupun swasta, lembaga pendidikan tersebut dibangun
untuk memenuhi kebutuhan pendidikan di Indonesia. Namun usaha pemerintah dalam
pemerataan pendidikan belum sepenuhnya terwujud. Masih banyak daerah-daerah pelosok
maupun daerah tertinggal yang masyarakatnya belum bisa menyenyam pendidikan
yang layak. Hal ini dikarenakan sarana dan prasarana yang tidak memadai serta
lokasi yang sulit dijangkau.
Tujuan pendidikan memiliki dua fungsi, yaitu
memberikan arah kepada segenap kegiatan pendidikan dan merupakan sesuatu yang
ingin dicapai oleh segenap kegiatan pendidikan. Tujuan umum pendidikan nasional
pendidikan Indonesia adalah manusia Pancasiloa. Sebagai suatu komponen
pendidikan, tujuan pendidikan menduduki posisi penting di antara
komponen-komponen pendidikan lainnya. Dapat dikatakan bahwa segenap komponen
dari seluruh kegiatan pendidikan dilakukan semata-mata terarah kepada
pencapaian tujuan tersebut. Dengan demikian maka kegiatan-kegiatan yang tidak
relevan dengan tujuan tersebut dianggap menyimpang, sehingga harus dicegah
terjadinya. Di sini terlihat bahwa tujuan pendidikan itu bersifat memaksa tapi
tidak bertentangan dengan hakikat perkembangan peserta didik sehingga dapat
diterima oleh masyarakat sebagai nilai hidup yang baik.
Sehubungan dengan fungsi tujuan yang demikian
penting itu, maka terjadi keharusan bagi pendidikan khususnya oleh para
pendidik untuk memahaminya agar dapat menghindari kesalahan di dalam
melaksanakan pendidikan. Sehingga tujuan untuk menciptakan bangsa Indonesia
yang cerdas dan mempunyai derajat di mata internasional dapat terwujud.
b. Konsep Pendidikan Sepanjang Hayat (PSH) secara
otomatis telah dilaksanakan oleh setiap orang. Pendidikan ini termasuk
non-formal, bebas, tidak terikat, dan tidak tampak. Setiap orang belajar
sesuatu hal tentang apa saja. Konsep ini pada zaman Nabi Muhammad SAW telah
disiarkan dalam bentuk suatu imbauan, “Tuntutlah ilmu mulai sejak di buaian
hingga ke liang lahat.” Dalam kenyataan hidup sehari-hari setiap orang belajar
sepanjang hidup dengan cara yang berbeda dan proses yang tidak sama. Tidak ada
batas usia yang menunjukkan seseorang berhenti belajar. Pendidikan itu lekat
dengan diri manusia, karena itu manusia secara terus-menerus meningkatkan
kemandiriannya. Sebagai contoh, seseorang mengenyam pendidikan dar TK, SD, SMP,
SMA, dan PT. setelah itu ia akan terus melaksanakan proses belajar di dalam
rumah tangga maupun masyarakat. Ketika sudah tua pun masih mengikuti
pengajian-pengajian ataupun perkumpulan. Ini membuktikan bahwa PSH telah
melekat pada diri setiap orang.
c. Di dalam lingkungan pendidikan maupun lingkungan
masyarakat biasanya terdapat organisasi-organisasi yang yang beranggotakan para
emaja. Organisasi itu bisa yang berhubungan dengan bidang akademik, seni,
keagamaan maupun olahraga. Organisasi tersebut berstruktur dengan adanya ketua
dan anggota-anggota. Ketua yang juga pemimpin kelompok-kelompok tersebut
biasanya berperan aktif dalam penyampaian ide serta pelaksanaan kegiatan dalam
kelompoknya. Jika tujuan dari organisasi itu bersifat positif maka semua orang
yang tergabung dalam kelompok itu akan mempunyai nilai lebih yang lebih
berkualitas di dalam masyarakat. Mereka akan mendapat sarana untuk pengembangan
diri untuk memenuhi kebutuhan pendidikannya. Sehingga pemimpin kelompok remaja dapat
dikatakan sebagai pendidik karena telah menuntun para anggotanya dalam kegiatan
yang positif.
No comments:
Post a Comment