Monday, 31 October 2011

KUMPULAN TUGAS PENGANTAR PENDIDIKAN SEMESTER I


Oleh Umu Arifatul Azizah

Tugas 2

a.      Pada saat ini dunia pendidikan merupakan suatu kebutuhan sekaligus permasalahan di Indonesia. Pendidikan sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia agar melahirkan bangsa-bangsa yang cerdas sehingga mampu menaikkan derajat bangsa di mata internasional. Telah banyak didirikan sekolah-sekolah negeri maupun swasta, lembaga pendidikan tersebut dibangun untuk memenuhi kebutuhan pendidikan di Indonesia. Namun usaha pemerintah dalam pemerataan pendidikan belum sepenuhnya terwujud. Masih banyak daerah-daerah pelosok maupun daerah tertinggal yang masyarakatnya belum bisa menyenyam pendidikan yang layak. Hal ini dikarenakan sarana dan prasarana yang tidak memadai serta lokasi yang sulit dijangkau.

    Tujuan pendidikan memiliki dua fungsi, yaitu memberikan arah kepada segenap kegiatan pendidikan dan merupakan sesuatu yang ingin dicapai oleh segenap kegiatan pendidikan. Tujuan umum pendidikan nasional pendidikan Indonesia adalah manusia Pancasiloa. Sebagai suatu komponen pendidikan, tujuan pendidikan menduduki posisi penting di antara komponen-komponen pendidikan lainnya. Dapat dikatakan bahwa segenap komponen dari seluruh kegiatan pendidikan dilakukan semata-mata terarah kepada pencapaian tujuan tersebut. Dengan demikian maka kegiatan-kegiatan yang tidak relevan dengan tujuan tersebut dianggap menyimpang, sehingga harus dicegah terjadinya. Di sini terlihat bahwa tujuan pendidikan itu bersifat memaksa tapi tidak bertentangan dengan hakikat perkembangan peserta didik sehingga dapat diterima oleh masyarakat sebagai nilai hidup yang baik.
   Sehubungan dengan fungsi tujuan yang demikian penting itu, maka terjadi keharusan bagi pendidikan khususnya oleh para pendidik untuk memahaminya agar dapat menghindari kesalahan di dalam melaksanakan pendidikan. Sehingga tujuan untuk menciptakan bangsa Indonesia yang cerdas dan mempunyai derajat di mata internasional dapat terwujud.

b.     Konsep Pendidikan Sepanjang Hayat (PSH) secara otomatis telah dilaksanakan oleh setiap orang. Pendidikan ini termasuk non-formal, bebas, tidak terikat, dan tidak tampak. Setiap orang belajar sesuatu hal tentang apa saja. Konsep ini pada zaman Nabi Muhammad SAW telah disiarkan dalam bentuk suatu imbauan, “Tuntutlah ilmu mulai sejak di buaian hingga ke liang lahat.” Dalam kenyataan hidup sehari-hari setiap orang belajar sepanjang hidup dengan cara yang berbeda dan proses yang tidak sama. Tidak ada batas usia yang menunjukkan seseorang berhenti belajar. Pendidikan itu lekat dengan diri manusia, karena itu manusia secara terus-menerus meningkatkan kemandiriannya. Sebagai contoh, seseorang mengenyam pendidikan dar TK, SD, SMP, SMA, dan PT. setelah itu ia akan terus melaksanakan proses belajar di dalam rumah tangga maupun masyarakat. Ketika sudah tua pun masih mengikuti pengajian-pengajian ataupun perkumpulan. Ini membuktikan bahwa PSH telah melekat pada diri setiap orang.

c.      Di dalam lingkungan pendidikan maupun lingkungan masyarakat biasanya terdapat organisasi-organisasi yang yang beranggotakan para emaja. Organisasi itu bisa yang berhubungan dengan bidang akademik, seni, keagamaan maupun olahraga. Organisasi tersebut berstruktur dengan adanya ketua dan anggota-anggota. Ketua yang juga pemimpin kelompok-kelompok tersebut biasanya berperan aktif dalam penyampaian ide serta pelaksanaan kegiatan dalam kelompoknya. Jika tujuan dari organisasi itu bersifat positif maka semua orang yang tergabung dalam kelompok itu akan mempunyai nilai lebih yang lebih berkualitas di dalam masyarakat. Mereka akan mendapat sarana untuk pengembangan diri untuk memenuhi kebutuhan pendidikannya. Sehingga pemimpin kelompok remaja dapat dikatakan sebagai pendidik karena telah menuntun para anggotanya dalam kegiatan yang positif.

No comments:

Post a Comment